BIMP-EAGA Strategic Planning Meeting 2019: Capaian Penting dalam Rangka Mewujudkan BIMP-EAGA Vision (BEV) 2025

Kota Kinabalu, 15 Februari 2019.  Rangkaian the 11th BIMP-EAGA Strategic Planning Meeting and Senior Officials’ Retreat telah berlangsung tanggal 12 s.d 15 Februari 2019 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.  “Pertemun ini membahas tiga agenda penting yaitu: i) Tindak lanjut arahan Menteri dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) BIMP-EAGA ke-22; ii) Reviu/update untuk Rolling Pipeline 2017-2019; dan iii) identifikasi target capaian dan rencana implementasi proyek 2019” ujar Netty Muharni, Asdep Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional selaku Ketua Delegasi.  Pertemuan dibagi menjadi 8 klaster yaitu: Transportasi, Perdagangan & Investasi, Informasi Komunikasi & Teknologi (ICT), Pariwisata, Pertanian, Energi, Lingkungan dan Sosial Budaya & Kebudayaan.  Indonesia saat ini juga menjadi Ketua untuk klaster Transport dan ICT.

Masing-masing klaster telah menyusun rencana aksi dan tindak lanjut untuk dilaksanakan pada tahun 2019 dan juga yang masuk dalam Rolling Pipeline of Projects  (RPoP) 2017-2019.  Usulan proyek-proyek baru dari masing-masing Cluster diharapkan segera disusun sesuai dengan template dan diajukan kepada Project Appraisal Committe (PAC) untuk dilakukan penilaian dan persetujuan sebelum diimplementasikan.  PAC akan melaksanakan pertemuan secara back-to-back  dengan pertemuan persiapan PTM BIMP EAGA ke-23 di bulan September 2019.

ADB menyampaikan hasil Pre-Feasibility Study untuk Sabah-Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat-Sarawak.  Indonesia menyambut baik hasil studi tersebut dan memberikan masukan agar memberikan penekanan pada kemanfaatan ekonomi secara seimbang kepada kedua wilayah.  Masih diperlukan koordinasi internal untuk melihat hasil studi secara lebih mendalam.

Pertemuan informal antara Indonesia-Malaysia-ADB membahas terkait usulan Feasibility Study terhadap pembukaan 3 (tiga) ruas jalan usulan Indonesia yang menghubungkan Kalimantan Utara dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.  “Pihak Malaysia mendukung usulan Indonesia, namun untuk tahap I minta difokuskan pada 1 (satu) ruas jalan terlebih dahulu yaitu: Malinau-Krayan-Long Midang (Indonesia) menuju Lawas (Sarawak, Malaysia)” lanjut Netty.  Sementara dalam pertemuan bilateral Indonesia-Filipina disampaikan beberapa update terkait operasionalisasi RO-RO Bitung-Davao.  “Kita tadi sudah menyampaikan perkembangan terakhir proses perijinan beberapa produk Filipina yang akan masuk ke Indonesia.  Demikian juga dari pihak Filipina menyampaikan bahwa ada operator kapal yang bersedia melayani rute ini” ucap Netty.  Untuk itu, “kita sepakat untuk me-revitalisasi Task Force yang sudah ada dan segera melakukan pertemuan “ pungkas Netty.

Tahun 2019 merupakan perayaan kerja sama BIMP-EAGA ke-25, untuk itu akan dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu: pembuatan video perjalanan kerja sama BIMP-EAGA, lomba logo BIMP-EAGA, perayaan kerja sama, dan ditutup dengan Budayaw Festival yang dirangkai dengan Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA ke-23 di Sarawak, Malaysia.  Sementara itu, hubungan kerja sama dengan beberapa mitra seperti Cina, Northern Territory-Australia, ADB dan IsDB perlu terus ditingkatkan untuk mendukung dan memberikan manfaat yang lebih luas pada BIMP-EAGA.